By: hai hai sabda space komunitas blogger kristen
Anda orang bebal? Anda memiliki kebiasaan buruk dan menyadari sepenuhnya bahwa itu kebiasaan buruk. Anda ingin mengubah kebiasaan itu akan tetapi walaupun telah berusaha mengubahnya, namun anda tidak kunjung berubah. Anda lupa! Setiap kali melakukan hal itu, anda lupa mengubah caranya. Setelah melakukannya, ketika dikecam, ketika ditegur, anda baru menyadari, bahwa anda belum berubah. Bila termasuk orang demikian, maka anda termasuk kelompok orang bebal. Ada ungkapan, "Rata-rata manusia hanya menggunakan 5% dari kemampuan otaknya." Itu berarti, bila anda meningkatkannya menjadi 10% maka anda akan menjadi orang jenius. Ungkapan tersebut salah. Ungkapan yang benar adalah, "Rata-rata manusia, di dalam melakukan aktifitasnya, hanya 5% yang dilakukan dengan berpikir, 95% lainnya dilakukan secara reflek."
Anda pernah berurusan dengan orang bebal? Anda orang paling beruntung di dunia, bila tidak pernah berhubungan dengan orang bebal. Mudah-mudahan anda sendiri bukan orang bebal. Umumnya orang berfikir bahwa orang bebal adalah orang bodoh. BUKAN! Orang bebal pasti bodoh, malas dan tidak bertanggungjawab, tetapi orang bodoh, orang malas, orang tidak bertanggungjawab tidak selalu bebal. Tokoh Oneng dalam sinetron Bajai Bajuri adalah orang bodoh, namun dia bukan orang bebal. Tokoh Emak dan Ucup adalah orang bebal, anda dengan mudah dapat menemukan tokoh bebal lainnya.
Orang bebal adalah orang paling menjengkelkan di dunia ini. Mereka kurang ajar, susah diajar, selalu mencari alasan dan selalu menyalahkan orang lain. Orang bebal adalah orang Always Blame Somebody Else, orang yang selalu menyalahkan orang lain. Apabila anda menangkap seorang maling yang bebal, lalu anda gebukin sampe babak belur, maka dijamin dia akan menyalahkan anda. Dia akan bilang, "Saya memang maling, karena sedang sial maka tertangkap, tetapi nggak boleh digebukin dong!"
Saya banyak berurusan dengan orang-orang bebal dengan berbagai tingkat kebebalan yang berbeda. Kalau boleh memilih, maka beberapa di antaranya sudah kumasukan dalam mesin blender untuk diblender sampai hancur lebur berantakan. Bila jadi diktator, maka yang pertama kulakukan adalah memblender semua orang bebal di dunia ini. Karena sadar tidak mungkin untuk tidak berurusan dengan orang bebal dalam hidup ini, maka lima tahun terakhir ini aku coba untuk mempelajari kehidupan orang-orang bebal itu dengan harapan dapat memahami mereka lalu menolong mereka. Inilah TEORIKU tentang orang BEBAL.
Hampir semua pengguna komputer dengan sistem operasi Windows pernah menghadapi situasi ketika mencari sebuah file melalui folder My Computer. Ketika file tersebut ditemukan dan akan dibuka, muncul pesan :
"Windows Cannot open this file (Windows tidak dapat membuka file ini)"
Kemudian dihadapkan pada pilihan untuk:
Use the Web service to find the appropriate program (masuk ke internet untuk mencari program yang sesuai)
Select the program from a list (pilih program dari daftar)
Apabila anda memilih pilihan kedua, maka anda akan dibawa ke menu:
"open with (buka dengan)"
dan dihadapkan pada pilihan untuk
"Choose the Program you want to use to open this file (pilih program yang akan digunakan untuk membuka file)"
Setelah memilih program yang sesuai, maka anda diberi kesempatan untuk memanfaatkan fasilitas:
Always use this program to open these files (selalu gunakan program ini untuk membuka file jenis ini)
Sekali anda memerintahkan komputer untuk Selalu membuka file jenis tersebut dengan program tersebut, maka setiap kali menemukan file jenis tersebut, komputer secara otomatis (tanpa bertanya lebih dulu) akan menggunakan program tersebut untuk membukanya. Prosedur dalam komputer tersebut, sepadan dengan gerakan reflek yang dilakukan oleh manusia. Prosedur itu akan terus berlangsung hingga anda mengubah perintahnya atau hingga komputer tidak dapat membuka file dan memberikan pesan:
"Windows Cannot open this file (Windows tidak dapat membuka file ini)"
Ada ungkapan, "Rata-rata manusia hanya menggunakan 5% dari kemampuan otaknya." Itu berarti, bila anda meningkatkannya menjadi 10% maka anda akan menjadi orang jenius. Ungkapan tersebut salah. Ungkapan yang benar adalah, "Rata-rata manusia, di dalam melakukan aktifitasnya, hanya 5% yang dilakukan dengan berpikir, 95% lainnya dilakukan secara reflek."
Seorang anak kecil kejeduk meja, karena rasa sakit dia lalu menangis. Untuk mendiamkannya dan menghiburnya, maka orang dewasa di sekitarnya lalu memukul meja tersebut sambil berkata, "Cup cup cup, jangan nangis. Mejanya nakal ya? Nah, mejanya sudah dipukul!" Anak kejeduk meja, mejanya yang salah dan dimarahi bahkan dipukul. Anak yang dibesarkan dengan cara seperti itu akan tumbuh menjadi seorang dewasa ABS, Always Blame Somebody Else, Selalu menyalahkan orang lain. Anak yang dibesarkan dengan cara demikian akan terlatih untuk secara reflek mencari kambing hitam seumur hidupnya, ketika menghadapi kemalangan maupun berbuat salah.
Banyak orang tua yang menilai anaknya tidak sepandai yang diharapkan, untuk memotivasinya, mereka lalu membandingkan anaknya dengan temannya, "Masa kamu kalah dibanding si Aliong?" Seiring bertumbuhnya si anak, maka kalimat yang digunakan semakin kasar, "Heran, kamu bodoh sekali, adik kamu lebih pintar." Orang tua melakukannya untuk memotivasi, sang anak menerimanya sebagai pelecehan dan penghinaan. Kebanyakan orang tua cenderung menyangka motivasi seperti itu lebih efektif bila dilakukan di depan umum, bagi sang anak, itu jauh lebih menyakitkan. Ketika menghadapi pelecehan, anak-anak secara naluri akan mencari cara untuk menghindarinya, bila tidak mampu melakukannya, maka mereka akan mencari cara paling nyaman untuk menghadapinya. Karena pelecehan dan penghinaan selalu dilakukan ketika belajar, maka si anakpun membenci kegiatan belajar. Ketika disuruh belajar, dia akan mencari alasan untuk tidak belajar atau bertingkah agar bisa menghindari kegiatan belajar. Jadilah dia si anak nakal yang malas belajar. Setiap kali disuruh belajar, dia secara reflek akan berlaku nakal. Ketika disalahkan si anak akan mencari alasan, mencari kambing hitam untuk alasan kegagalannya atau ketidak mampuannya. Bahkan dalam putus asa si anak akan berusaha meyakinkan diri sendiri bahwa dia memang bodoh dan layak dihina.
Berdasarkan penelitian, para ilmuwan menyimpulkan bahwa manusia memiliki 2 buah otak, satu otak terletak di bagian depan kepala (otak depan), gunanya untuk berpikir, satu lagi terletak di belakang kepala (otak belakang), gunanya untuk menerima semua rangsangan yang diterima oleh panca indera dan memerintah tubuh untuk melakukan sesuatu. Apa yang diperintahkan oleh otak belakang untuk dilakukan tubuh tanpa meminta pertimbangan dari otak depan disebut gerak reflek.
Ketika makan, anda tidak berpikir tentang bagaimana cara memegang sendok, menyuap makanan ke mulut, mengunyah makanan dan menelannya. Ketika makan, anda melakukannya dengan reflek. Di dalam otak belakang telah tertanam sebuah perintah, “Always use this procedure to solve this problem,” selalu gunakan cara ini untuk menyelesaikan tugas ini. Sejak kecil saya diajarkan untuk makan dengan santun. Makan dengan santun yang diajarkan padaku adalah, makan dengan rapih, tidak berdecap ketika mengunyah dan makanan tidak acak-acakan. Setiap kali melihat orang makan acak-acakan, saya akan menilainya kurang sopan, setiap kali mendengar orang makan sambil berdecap-decap, selera makan saya langsung hilang. Saya selalu menegur teman makan yang makan acak-acakan apalagi makan berdecap.
Ketika anda menegur seseorang yang makan berdecap-decap, maka secara otomatis otak belakangnya bereaksi, pertama-tama otak belakang akan mencari arsip kasus ditegur orang lalu beraksi sesuai arsip itu. Apabila yang anda tegur adalah seorang yang bijaksana, maka otak belakangnya akan menemukan arsip beritahu otak depan untuk mempertimbangkannya. Ketika ditegur orang karena makan berdecap, maka otak belakang akan segera memberitahu otak depan, "orang menegur cara makan kita yang berdecap, apa yang harus dilakukan?" Otak depan, ketika mendapat pemberitahuan tersebut akan mempertimbangkannya. Apabila otak depan menyimpulkan bahwa makan berdecap memang bermasalah, maka dia akan memikirkan sebuah cara untuk makan tidak berdecap lalu memberi tahu otak belakang untuk memerintahkan agar mulut makan dengan cara tertentu agar tidak berdecap. Apabila otak depan tidak mampu menemukan cara tersebut, maka dia akan memberitahu otak belakang untuk memerintahkan mulut untuk bertanya kepada orang yang menegur tersebut, "Bagaimana cara makan tidak berdecap?" Setelah otak belakang mendapat jawaban melalui saraf telinga, maka dia akan memberitahukannya ke otak depan. Otak depan setelah mempertimbangkannya akan memberi tahu otak belakang untuk memerintahkan mulut makan sesuai cara yang diajarkan.
Sekali otak depan memberi tahu otak belakang untuk selalu memerintahkan mulut makan dengan cara tertentu agar tidak berdecap. Maka setiap kali makan, otak belakang secara otomatis (reflek) akan memerintahkan mulut untuk makan dengan cara tertentu agar tidak berdecap. Apabila otak depan tidak memberikan perintah tesebut, maka lain kali, ketika akan makan, otak belakang akan mengirim pesan ke otak depan, "Ada dua cara makan, berdecap dan tanpa decap, mana yang harus dipilih?" Otak depan akan mempertimbangkannya lalu memberitahu otak belakang cara makan yang harus dilakukan. Apabila otak depan selalu memberitahu otak belakang untuk makan dengan cara tertentu agar tidak berdecap, maka akhirnya secara reflek orang tersebut akan makan tanpa decap. Di dalam ilmu komputer inilah yang dikatakan: Always use this program to solve this problem (selalu gunakan cara ini untuk menghadapi kasus ini).
Apabila yang anda tegur adalah seorang bebal, maka otak belakangnya tidak akan memberitahu otak depan tentang teguran itu, tetapi langsung mencari alasan dan kambing hitam. Setelah menemukan arsip alasan dan kambing hitam yang cocok, maka otak belakang memerintahkan mulut untuk mengatakan alasan dan kambing hitam tersebut. Apabila otak belakang tidak menemukan alasan dan kambing hitam yang cocok, maka dia akan meminta otak depan untuk mencari alasan dan kambing hitam yang cocok. Setelah menemukan alasan dan kambing hitam yang cocok, maka otak depan memberitahu otak belakang, otak belakang segera memerintahkan mulut untuk mengatakannya.
“Makan berdecap adalah cara makan yang paling nikmat. Saya orang desa, sudah biasa makan berdecap.” Adalah contoh alasan dan kambing hitam yang biasa dipakai. Bila tidak menemukan alasan yang tepat, orang bebal di dalam hatinya akan menyalahkan penegurnya sok ikut campur, sok sopan santun.
Orang bijaksana mudah sekali mengoreksi kebiasaan-kebiasaan buruknya. Ketika ditegur tentang cara makan berdecapnya, orang bijaksana tidak menganggap hal itu sebagai sebuah serangan. Alih-alih membela diri, dia justru mengakui kenyataan bahwa cara makannya salah dan mencari cara untuk memperbaikinya. Setelah menemukan cara makanyang benar, maka pada saat bersamaan diberikan 3 perintah kepada otak belakang. Pertama, cara makan berdecap itu salah sehingga tidak boleh dilakukan lagi. Kedua, cara makan yang benar tidak boleh berdecap, itu yang harus selalu dilakukan. Ketiga, setiap kali makan harus memperhatikan cara makannya, sopan atau tidak. Dengan kondisi seperti itu, maka orang bijaksana dengan mudah mengembangkan teknik makannya dari hari ke hari. Dengan pola pikir demikianlah seorang bijaksana senantiasa mengejar kesempurnaan.
Orang bebal tidak mampu mengoreksi kebiasaan-kebiasaan buruknya. Ketika ditegur tentang cara makan berdecapnya, orang bebal, walaupun di dalam hatinya mengakui kesalahannya, namun menganggap teguran itu sebagai sebuah serangan. Bukannya mencari cara untuk memperbaiki diri, dia justru membela diri membabi buta, dengan mencari alasan untuk membenarkan cara makan berdecapnya, bahkan melakukan serangan balik kepada penegurnya. Melalui tindakan tersebut, orang bebal pada saat yang bersamaan memberikan 3 perintah kepada otak belakangnya. Pertama, cara makan berdecap itu tidak salah. Kedua, setiap kali di tegur, langsung bela diri, kalau perlu lakukan serangan balik. Ketiga, semua orang yang menegur adalah musuh yang harus dilawan. Dengan pola pikir demikianlah seorang bebal mempertahankan kebebalannya. Dalam kasus makan berdecap, maka semakin ditegur orang bebal akan makan makin berdecap. Hal itu terjadi, karena semakin ditegur, dia akan semakin meyakinkan diri bahwa cara makan berdecap itulah yang paling benar.
Suatu hari, ketika pikirannya jernih dan suasana hatinya nyaman, seorang bebal menyadari, bahwa cara makan mendecap itu tidak sopan dan kampungan, ia lalu menetapkan hati untuk mengubah cara makannya, bahkan berdoa agar Tuhan membantunya. Walaupun telah menyadari dan bertekad untuk mengubah cara makannya, namun orang tersebut menemukan kenyataan bahwa cara makannya tetap berdecap. Setiap kali ada orang yang menegurnya, dia membela diri, namun menyadari bahwa dia lupa untuk makan tidak berdecap.
Apa yang terjadi, kenapa walaupun bertekad untuk makan tidak berdecap, namun setiap kali makan dia lupa dan tetap makan berdecap? Sebenarnya orang tersebut tidak lupa. Lupa adalah ketika kita melakukan tindakan mengingat atau mencari sebuah arsip di dalam otak, namun tidak dapat menemukannya. Ketika orang bebal itu makan, dia tidak melakukan tindakan mengingat, dia melakukan tindakan makan secara reflek dan cara makan refleknya adalah makan berdecap.
Berikut ini adalah salah satu kisah tentang kebebalan yang pernah saya teliti:
Saya alergi terhadap mecin, ketika memasak mie instan, saya hanya menuangkan bumbunya ¼ atau ½ bungkus. Makan mie instan dengan bumbu 1 bungkus penuh, akan menyebabkan saya merasa haus dan meriang sepanjang hari atau harus minum hingga 6 liter air. Istri saya mengetahui hal itu, namun setiap kali memasak mie instan untuk saya, dia selalu memasukan semua bumbunya. Setiap kali saya tegur, dia selalu membela diri, bahwa dia lupa atau dia pikir mie yang dimasak dengan bumbu separuh rasanya pasti tidak enak. Untuk menghindari keributan karena masalah kecil, maka saya meminta istri untuk berhenti memasak mie untuk saya. Namun hal itu tidak berhasil, dia tetap memasak mie untuk sarapan saya dengan bumbu penuh. Untuk membantunya mengingat, saya menempelkan resep yang ditulis pada kertas ukuran A4 di dinding dapur, sehingga, setiap kali dia hendak masak mie, dia akan melihatnya. Aneh bin ajaib, istri saya tetap masak mie dengan bumbu penuh dan setiap kali saya tegor dia menyatakan bahwa dia lupa atau dia pikir pake bumbu separuh mana enak? Saya sadar sekarang, istri saya orangnya memang bebal.
Suatu hari seorang teman bercerita bahwa dia baru saja ditegur oleh managernya. Dia memang melakukan kesalahan, namun merasa kesal sekali karena teguran tersebut. Dia sudah menelepon mantan anak buah managernya dan mereka setuju dengannya, bahwa managernya memang keterlaluan ketika menegur anak buah. Menurut temanku itu, dia sendiri menyadari kesalahannya, jadi tidak perlu dimahari lagi. Untuk memuaskan kekesalannya temanku itu lalu menceritakan semua borok managernya padaku. Ketika temanku minta pendapatku, aku hanya bilang padanya, “Just do what you must!”
Orang bebal memang menyebalkan, tetapi sesungguhnya mereka patut dikasihani. Orang bebal bukan orang yang bahagia, ketika membuat orang lain jengkel, mereka juga membuat diri sendiri kesal luar biasa. Kebanyakan orang bebal mau belajar, namun sayangnya, program bebal yang tertanam di dalam otaknya membuat mereka sulit sekali untuk diajar.
Banyak orang mengira, cara terbaik untuk mengajar seorang bebal adalah dengan menghajarnya habis-habisan, dengan menelanjangi kesalahannya habis-habisan, dengan mempermalukannya habis-habisan, dengan konfrontasi habis-habisan untuk memaksa dia mengakui kesalahannya. Namun pengalaman menunjukkan bahwa cara tersebut selain kejam juga tidak memberikan hasil yang baik. Ketika seorang bebal tidak menemukan alasan dan kambing hitam, maka dia akan membenarkan diri dengan mengasihani diri sendiri. "Betapa malangnya diriku!"
Anda sulit berkembang mungkin karena anda tidak pernah merasa salah!
Jumat, 11 November 2011
Kamis, 03 November 2011
laporan biokim karbohidrat
I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Dalam kehidupan sehari-hari kita melakukan banyak akativitas, baik aktivitas yang berupa suatu kebiasan yang dikenal dengan rutinitas maupun aktivitas yang kadang-kadang kita lakukan. Setiap aktivitas yang kita lakukan membutuhkan banyak energi. Energi yang kita peroleh berasal dari makanan yang kita konsumsi setiap harinya. Pada umumnya makanan mengandung 3 kelompok utana senyawa kimia, yaitu karbohidrat, protein, dan lemak (Poedjiadi, 2005).
Di Indonesia bahan makanan pokok yang biasa kita makan ialah beras, jagung, ubi, kentang, sagu, dan kadang-kadang singkong. Bahan makanan tersebut berasal dari tumbuhan dan senyawa terbesar yang terkandung dalam makanan tersebut adalah karbohidrat, yang terdapat sebagai amilum atau pati. Karbohidrat ini tidak hanya dalam bentuk pati saja, tetapi dapat pula berupa gula yang berada dalam buah-buahan, dalam madu lebah, dan lain-lain (Poedjadi, 2005).
Karbohidrat yang berasal dari makanan, dalam tubuh mengalami perubahan atau metabolisme. Hasil metabolism karbohidrat antara lain glukosa yang terdapat dalam darah, sedangkan glikogen adalah karbohidrat yang disintesis dalam hati dan digunakan oleh sel-sel pada jaringan otot sebagai sumber energi. Jadi ada bermacam-macam senyawa yang termasuk dalam golongan karbohidrat. Energi yang terkandung dalam karbohidrat itu pada dasarnya berasal dari energi matahari (Supriyanti, 2005).
Karbohidrat merupakan suatu polisakarida aldehide atau polihidroksil keton yang mempunyai rumus molekul umum (CH2O)n. Karbohidrat terdiri dari 3 kelompok yaitu monosakarida, oligosakarida, dan polisakarida. Monosakarida merupakan karbohidrat yang paling sederhana, contoh glukosa, galaktosa, fruktosa, ribose, dan lain-lain. Oligosakarida merupakan senyawa yang dihidrolisis menghasilkan 2 samapai 6 gula monosakarida. Sedangkan polisakarida merupakan monomer-monomer yang berasal dari monosakarida (Tim Pengasuh Mata Kuliah, 2009).
Karbohidrat sebenarnya bukan nama umum senyawaan kimia yang secara kimiawi berupa bentuk hidrat dari karbon dan secara empiris mempunyai rumus: Cn(H2O)n. Termasuk dalam kelompok senyawa ini misalnya glukosa C6H12O6 dan sakarosa C11H22O11. Terdapat pula senyawa yang tidak mematuhhi rumus umum tersebut seperti ramnosa dengan rumus molekul C6H12O5 dan dimasukkan dalam kelompok karbohidrat karena senyawa ini memiliki sifat-sifat yang sama dengan karbohidrat (Ronditasyah, 2009) .
Karbohidrat tersebar luas baik dalam jaringan binatang maupun jaringan tumbuh-tumbuhan. Dalam tumbuh-tumbuhan karbohidrat dihasilkan oleh fotosintesis dan mencakup selulosa yang merupakan rangka tumbuh-tumbuhan serta pati dari sel-sel tumbuh-tumbuhan. Pada jaringan hewan atau binatang karbohidrat dalam bentuk glukosa dan glikogen berperan sebagai sumber yang penting untuk energi bagi aktivitas vital. Fruktosa dapat diubah menjadi glukosa dalam hati dan usus dan oleh karena itu diperlukan dalam tubuh. Sukrosa dapat diperoleh dari gula tebu, gula bit, nenas, dan wortel. Sukrosa bukan gula pereduksi, tidak membentuk ozason dapat diragikan, bila dihidrolisis menghasilkan fruktosa dan glukosa. Monosakarida dapat bereaksi dengan fenilhidrazon dalam suasana asam pada suhu 100oC membentuk osazon, senyawa ini tidak larut dalam air dan sudah mengkristal (Tim Pengasuh Mata Kuliah, 2009).
Dalam mengetahui kandungan karbohidrat yang terdapat didalam suatu bahan pangan dapat menggunakan beberapa uji terhadap karbohidrat, yaitu; Uji Molisch, uji reduksi, uji benedict, uji fermentasi, uji asam mukat, uji osazon, uji fehling.
B. Tujuan
Tujuan dari pratikum ini adalah untuk mengetahui pengertian dari karbohidrat dan kaitannya dalam kehidupan, dapat menganalisis dan mengetahui rumus serta sifat-sifat kimia yang ada pada karbohidrat.
II. TINJAUAN PUSTAKA
Berbagai senyawa yang termasuk kelompk karbohidrat mempunyai molekul yang berbeda-beda ukurannya, yaitu dari senyawa yang sederhana yang memiliki berat molekul 90 hingga senyawa yang memiliki berat molekul 500.000 bahkan lebih. Berbagai senyawa tersebut dibagi kedalam tiga golongan, yaitu golongan monosakarida, golongan olisakarida, dan golongan polisakarida. Monosakarida terdiri atas beberapa atom saja dan tidak dapat diuraikan secara hidrolisis dalam kondisi lunak menjadi karbohidrat lain. Monosakarida yang paling sederhana ialah gliseraldehida dan dihidroksiaseton. Gliseraldehide dapat disebut aldotriosa karena terdiri atas 3 karbon dan mempunyai gugus aldehide. Dihidroksiaseton dinamakan ketotriosa karena terdiri atas 3 atom karbon dan mempunyai gugus keton (Supriyanti, 2005).
Monosakarida memiliki beberapa jenis yaitu glukosa, merupakan suatu aldoheksosa dan sering disebut dekstroksa karena mempunyai sifat dapat memutar cahaya terpolarisasi kearah kanan, glukosa terdapat pada buah-buahan, madu lebah, dalam darah manusia. Didalam dunia perdagangan dikenal sirup glukosa, yaitu suatu larutan glukosa yang sangat pekat, sehingga mempunyai viskositas atau kekentalan yang tinggi. Sirup glukosa ini diperoleh dari amilum melalui proses hidrolisis dengan asam. Monosakarida lainnya adalah fruktosa, fruktosa terdapat pada madu lebah. Fruktosa merupakan suatu ketohektosa yang mempunyai sifat memutar kekiri dan karenanya disebut levulosa. Fruktosa memiliki rasa yang lebih manis dibandingkan dengan glukosa dan sukrosa. Monosakarida yang jarang terdapat bebas dialam adalah galaktosa, yang umumnya berikatan dengan galaktosa dalam bentuk laktosa, yaitu gula yang terdapat dalam susu (Poedjiadi, 2005).
Oligosakarida merupakan senyawa yang terdiri atas dua buah atau lebih monosakarida yang dengan pengaruh asam senyawa ini dapat mengalami hidrolisa menjadi bentuk-bentuk monosakarida penyusunnya. Oligosakarida merupakan karbohidrat yang bila dihidrolisis menghasilkan tiga hingga sepuluh monosakarida. Bila senyawa ini terdiri dari dua monosakarida penyusun, disebut disakarida, dan apabila terdiri dari tiga penyusun disebut trisakarida, apabila terdiri dari empat penyusun disebut tetraosa dan demikianlah seterusnya. Contohnya adalah sebagai berikut ini; stakiosa, sukrosa, sakarosa, maltosa, dan laktosa (Ronditasyah, 2009).
Pada umumnya polisakarida mempunyai molekul besar dan lebih kompleks daripada mono dan oligosakarida. Molekul polisakarida terdiri atas banyak molekul monosakarida. Polisakarida yang terdiri atas satu macam monosakarida saja disebut homopolisakarida, sedangkan yang mengandung senyawa lain disebut heteropolisakarida. Umumnya polisakarida berupa senyawa berwarna putih dan tidak berbentuk Kristal, tidak mempunyai rasa manis dan tidak bersifat mereduksi. Berat molekul polisakarida bervariasi dari beberapa ribu hingga lebih dari satu juta. Polisakarida yang dapat larut dalam air akan membentuk larutan koloid. Beberapa polisakarida yang penting di antaranya adalah amilum, glikogen, dekstrin, dan selulosa (Poedjiadi, 2005) .
Sifat kimia karbohidrat berhubungan dengan gugus fungsi yang terdapat pada molekulnya, yaitu gugus –OH, gugus aldehide, dan gugus keton. Monosakarida dan beberapa disakarida mempunyai sifat dapat mereduksi, terutama dalam suasana basa. Sifat sebagai reduktor ini dapat digunakan untuk keperluan identifikasi karbohidrat maupun analisis kuantitatif. Sifat mereduksi ini disebabkan oleh adanya gugus keton dan aldehide bebas dalam karbohidrat. Beberapa contohnya adalah pereaksi fehling, pereaksi benedict, dan pereaksi berfoed (Poedjiadi, 2005) .
Dalam karbohidrat dikenal beberapa pengujian untuk menentukan kandungan yang terdapat dalam karbohidrat tersebut. Salah satu test yang dilakukan untuk menentukan ada tidaknya karbohidrat adalah tes Molisch. Ketika ada beberapa larutan yang tidak dikenal secara pasti bahwa larutan tersebut mengandung karbohidrat atau tidak, tes ini bisa dilakukan untuk menentukan adanya kandungan karbohidrat. Larutan yang bereaksi positif akan memberikan cincin yang berwarna ungu ketika direksikan dengan alphanaftol dan asam sulfat pekat. Diperkirakan, konsentrasi asam sulfat pekat bertindak sebagai agen dehidrasi yang bertindak pada gula untuk membentuk furfural dan turunannya yang kemudian dikombinasikan dengan alphanaftol untuk membentuk produk berwarna (Pratana, 2003).
Uji Iod digunakan untuk memisahkan amilum atau pati yang terkandung dalam larutan. Reaksi positifnya ditandai dengan adanya perubahan warna menjadi biru. Warna biru yang dihasilkan diperkirakan adalah hasil dari ikatan kompleks antara amilum dengan iodin. Sewaktu amilum yang telah ditetesi iodin kemudian dipanaskan, warna yang dihasilkan sebagai hasil dari reaksi yang positif akan menghilang. Dan sewaktu didinginkan warna biru akan muncul kembali. Di dalam amilum sendiri terdiri dari dua macam amilum yaitu amilosa yang tidak larut dalam air dingin dan amilopektin yang larut dalam air dingin. Ketika amilum dilarutkan dalam air, amilosa akan membentuk micelles yaitu molekul-molekul yang bergerombol dan tidak kasat mata karena hanya pada tingkat molekuler (Pratana, 2003).
Uji benedict bertujuan untuk mengetahui adanya gula pereduksi dalam suatu larutan dengan indikator yaitu adanya perubahan warna khususnya menjadi merah bata. Benedict Reagen digunakan untuk menguji atau memeriksa kehadiran gula pereduksi dalam suatu cairan. Monosakarida yang bersifat redutor, dengan diteteskannya Reagen akan menimbulkan endapan merah bata. Selain menguji adanya gula pereduksi, juga berlaku secara kuantitatif, karena semakin banyak gula dalam larutan maka semakin gelap warna endapan (Wahjudi, 2003).
Percobaaan peragian dilakukan untuk menentukan gula yang dapat difermentasikan. Pada percobaan ini, setelah larutan karbohidrat ditambahkan dengan suspensi ragi dan didiamkan selama 1 jam dalam tabung fermentasi, muncul gelembung-gelembung CO2 pada larutan tersebut. Selain muncul gelembung-gelembung CO2, dari larutan tersebut dapat dicium bau alkohol. Keadaan ini menunjukkan bahwa merupakan karbohidrat yang dapat mengandung gugus gula yang dapat difermentasikan (Wahjudi, 2003).
.
.
III. PELAKSANAAN PRATIKUM
A. Tempat dan Waktu
Praktikum ini berjudul karbohidrat yang dilaksanakan di Laboratorium Kimia Hasil Pertanian, jurusan Teknologi Pertanian, Universitas Sriwijaya. Pelaksanaan dilakukan pada hari selasa, 14 Oktober 2011 pada pukul 10.00 WIB sampai dengan selesai.
B. Alat dan Bahan
Alat yang digunakan dalam pratikum pengenalan alat ini adalah; 1)tabung reaksi, 2)pipet tetes, 3)pipet ukur, 4)ball pipet. Sedangkan bahan yang digunakan adalah; 1) larutan glukosa, 2)larutan pati, 3) pereaksi molisch, 4)H2SO4, 5) larutan NaOH 6)larutan CuSO4, 7)larutan Na sitrat, 8)larutan fruktosa, 9) larutan CuSO4, 10)larutan maltosa, 11)larutan fruktosa, 12)larutan galaktosa, 13),larutan laktosa 14), larutan sukrosa, 15)pereaksi Molish,
C. Cara Kerja
Uji Molish
1. Kedalam tabung reaksi masing-masing dimasukkan 1 mL glukosa 0,1M +2tetes pereaksi Molish.
2. Dikocok secara merata + perlahan-lahan H2SO4 pekat 3 mL melalui dinding tabung
3. Amati warna yang terjadi
4. Ulangi dengan bahan lain (fruktosa0,1M, sukrosa, maltosa) sebanyak 1ml
5. Hasil semua larutan bahan yang sudah diuji dilihatkan pada asisten.
Uji Reduksi
1. Kedalam tabung reaksi (a) dimasukkan 1 mL CuSO4 1% dan 1 mL NaOH 10%
2. Tabung reaksi (b) dimasukkan 1 ml CuSO4 1%, 1 mL NaOH 10%, dan 2 tetes glukosa 1%
3. Tabung reaksi © dimasukkan 1ml CuSO4 1%, 1mL NaOH 10%, dan Na sitrat 1ml 30% sampai endapan yang terbentuk melarut kembali.
4. Panaskan ketiga tabung tersebut kedalam air yang dididihkan perhatikan perubahan yang terjadi.
5. Kedalam tabung © tambahkan 3 tetes larutan glukosa 1% dan panaskan kembali.
6. Catat hasil dan perlihatkan kepada asisten.
Uji Benedict
1. Pereaksi benedict 1 mL dimasukkan kedalam tabung dan 2 tetes bahan percobaan secara merata
2. Didihkan capuran tersebut selama 5 menit dan biarkan menjadi dingin
3. Perlihatkan hasil percobaan kepada asisten.
Uji Fehling
1. Kedalam tabung reaksi dimasukkan 2 ml fehling
2. Tambahkan beberapa tetes percobaan
3. Dididihkan dan amati perubahan warna
4. Lakukan untuk semua bahan percobaan.
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
A.Hasil
Adapun hasil yang diperoleh pada praktikum ini, yaitu :
Tabel 1. Uji Molish
Sebelum Sesudah
Fruktosa Berwarna bening,
kemerah-merahan Berwarna ungu gelap, sangat pekat dan kental ****
Laktosa Berwarna Bening Berwarna ungu
Maltosa Berwarna Bening Berwarna ungu pekat *
Glukosa Berwarna Bening Berwarna ungu pekat **
Tabel 2. Uji Reduksi
Sebelum Sesudah
CuSo4 + NaOH Berwarna biru Berwarna hitam
CuSo4 + NaOH + Glukosa Berwarna biru Berwarna hitam kecokelatan
CuSo4 + NaOH + Na Sitrat Berwarna biru Berwarna cokelat kehitaman
Tabel 3. Uji Benedict
Sebelum Sesudah
Fruktosa Bening Merah bata, (-) endapan
Maltosa Bening Biru kemerah- merahan, sedikit endapan
Glukosa Bening Biru kemerahan
Galaktosa Bening Biru kemerahan
Tabel 4. Uji Fehling
Sebelum Sesudah
Glukosa Bening ( Fehling) Biru ( Fehling)
Fruktosa Bening ( Fehling) Biru ( Fehling)
Laktosa Bening ( Fehling) Biru ( Fehling)
B. Pembahasan
Karbohidrat berasal dari kata karbon dan hidrat sehingga disebut hidrat dari karbon. Karbohidrat memiliki rumus umum Cn(H2O)m yang pada umumnya harga n = harga m. Karbohidrat merupakan kelompok besar senyawa polihidroksialde-hida dan polihidroksiketon atau senyawa-senyawa yang dapat dihidrolisis menjadi polihidroksialdehida atau polihidroksiketon (Wahyudi,dkk., 2003:94). Karbohidrat memiliki rumus struktur dari Fisher dan Haworth. Struktur Fisher merupakan struktur rantai terbuka sedangkan struktur Haworth merupakan struktur tertutup (siklik). Misalnya untuk glukosa yang memiliki rumus molekul C6H12O6 struktur Fisher dan Haworthnya adalah sebagai berikut (Partana, 2003)
Dalam karbohidrat dikenal beberapa pengujian untuk menentukan kandungan yang terdapat dalam karbohidrat tersebut. Salah satu tes yang dilakukan untuk menentukan ada tidaknya karbohidrat adalah tes benedict. Bahan yang digunakan adalah larutan glukosa, galaktosa, fruktosa, sukrosa, laktosa dan maltosa dengan konsentrasi 0,1M, larutan pati1%. Dari percobaan yang telah dilakuka terhadap baha-bahan tersebut (glukosa, maltosa, sukrosa, galaktosa, laktosa dan fruktosa), didapat hasil percobaan yang berbeda-beda warnanya, namun mendekati warna-warna ungu. Pada bahan yang menggunakan glukosa warna awal adalah bening, waran bening yang didapat oleh glukosa dan, akan tetapi setelah direaksikan dengan pereaksi benedict, glukosa mengalami perubahan warna menjadi biru kemerahan kemudian pada bagian bawah terdapat endapan. Begitu pula dengan menggunakan bahan fruktosa hasil yang didapat setelah direaksikan pereaksi benedict adalah larutan yang berwarna merah bata namun tidak membentuk endapan pada maltosa hasil yang didapat adalah larutan yang berwarna biru kemerah-merahan namun terdapat sedikit endapan.
Beberapa bahan yang telah diujikan terhadap pereaksi benedict menghasilkan warna yang cenderung berbeda namun masih memiliki satu kesamaan yaitu memiliki warna yang ungu pada bagian dasar tabung. Warna ungu hingga ungu kehitaman pada dasar tabung merupakan bukti bahwa bahan-bahan tersebut mempunyai karbohidrat. pereaksi benedict bertindak sebagai agen dehidrasi yang bertindak pada gula dan membentuk produk warna, warna yang terbentuk adalah warna biru kemerah-merahan. Jadi glukosa, maltosa, fruktosa, galaktosa, laktosa dan sukrosa merupakan senyawa karbohidrat.
V. KESIMPULAN
Pratikum yang telah dilakukan terhadap uji karbohidrat adalah sebagai berikut ini;
1. Karbohidrat merupakan kelompok besar senyawa polihidroksialdehida dan polihidroksiketon atau senyawa-senyawa yang dapat dihidrolisis menjadi polihidroksialdehida atau polihidroksiketon. Karbohidrat dikelompokkan menjadi empat kelompok penting yaitu monosa-karida, disakarida, oligosakarida, dan polisakarida.
2. Pengujian pada karbohidrat ada beberapa macam yaitu uji molisch, uji iodium, uji benedict, uji peragian, uji seliwanoff, uji osazon dan uji asam musat.
3. Salah satu test yang dilakukan untuk menentukan ada tidaknya karbohidrat adalah uji benedict. Larutan yang bereaksi dengan pereaksi benedict cenderung mengalami perubahan warna menjadi biru kemerah-merahan.
4. Fruktosa adalah larutan yang memiliki warna yang berbeda yaitu merah bata dibandingkan dengan larutan yang lain yang memiliki warna biru kemerah-merahan.
5. Glukosa, fruktosa, sukrosa, laktosa, galaktosa, dan maltosa merupakan karbohidrat, ini ditandai dengan adanya perubahan warna pada larutan.
DAFTAR PUSTAKA
Poedjiadi, Anna dan F.M Titin Supriyanti. 2005. Dasar-Dasar Biokimia. Jakarta: UI Press
Pratana, Crys Fajar dkk. 2003. Kimia Dasar 2: Common Textbook. Malang: UM Press.
Ronditasyah. 2009. Uji Kandungan Karbohidrat. (online). (http://sweetir1s.multiply.com/journal/item/5/karbohidrat, diakses 31-10-2009).
Syekti.2008.Uji Molish. (online).(http://www.blogpribadi.com/, diakses 31-10-2009).
Tim Pengasuh Mata Kuliah Biokimia I. 2009. Penuntun Praktikum Biokimia I. Laboratorium Kimia Hasil Pertanian, Jurusan Teknologi Pertanian. Universitas Sriwijaya. Indralaya.
Wahjudi, dkk. 2003. Kimia Organik II. Malang: UM Press.
.
LAMPIRAN
CHO
I
H −C− OH
I
HO −C− H
I
H −C− OH
I
H −C− OH
I
CH2OH
D-Glukosa
CH2OH
I
C= O
I
HO −C− H
I
H −C− OH
I
H −C− OH
I
CH2OH
D-Fruktosa
A. Latar Belakang
Dalam kehidupan sehari-hari kita melakukan banyak akativitas, baik aktivitas yang berupa suatu kebiasan yang dikenal dengan rutinitas maupun aktivitas yang kadang-kadang kita lakukan. Setiap aktivitas yang kita lakukan membutuhkan banyak energi. Energi yang kita peroleh berasal dari makanan yang kita konsumsi setiap harinya. Pada umumnya makanan mengandung 3 kelompok utana senyawa kimia, yaitu karbohidrat, protein, dan lemak (Poedjiadi, 2005).
Di Indonesia bahan makanan pokok yang biasa kita makan ialah beras, jagung, ubi, kentang, sagu, dan kadang-kadang singkong. Bahan makanan tersebut berasal dari tumbuhan dan senyawa terbesar yang terkandung dalam makanan tersebut adalah karbohidrat, yang terdapat sebagai amilum atau pati. Karbohidrat ini tidak hanya dalam bentuk pati saja, tetapi dapat pula berupa gula yang berada dalam buah-buahan, dalam madu lebah, dan lain-lain (Poedjadi, 2005).
Karbohidrat yang berasal dari makanan, dalam tubuh mengalami perubahan atau metabolisme. Hasil metabolism karbohidrat antara lain glukosa yang terdapat dalam darah, sedangkan glikogen adalah karbohidrat yang disintesis dalam hati dan digunakan oleh sel-sel pada jaringan otot sebagai sumber energi. Jadi ada bermacam-macam senyawa yang termasuk dalam golongan karbohidrat. Energi yang terkandung dalam karbohidrat itu pada dasarnya berasal dari energi matahari (Supriyanti, 2005).
Karbohidrat merupakan suatu polisakarida aldehide atau polihidroksil keton yang mempunyai rumus molekul umum (CH2O)n. Karbohidrat terdiri dari 3 kelompok yaitu monosakarida, oligosakarida, dan polisakarida. Monosakarida merupakan karbohidrat yang paling sederhana, contoh glukosa, galaktosa, fruktosa, ribose, dan lain-lain. Oligosakarida merupakan senyawa yang dihidrolisis menghasilkan 2 samapai 6 gula monosakarida. Sedangkan polisakarida merupakan monomer-monomer yang berasal dari monosakarida (Tim Pengasuh Mata Kuliah, 2009).
Karbohidrat sebenarnya bukan nama umum senyawaan kimia yang secara kimiawi berupa bentuk hidrat dari karbon dan secara empiris mempunyai rumus: Cn(H2O)n. Termasuk dalam kelompok senyawa ini misalnya glukosa C6H12O6 dan sakarosa C11H22O11. Terdapat pula senyawa yang tidak mematuhhi rumus umum tersebut seperti ramnosa dengan rumus molekul C6H12O5 dan dimasukkan dalam kelompok karbohidrat karena senyawa ini memiliki sifat-sifat yang sama dengan karbohidrat (Ronditasyah, 2009) .
Karbohidrat tersebar luas baik dalam jaringan binatang maupun jaringan tumbuh-tumbuhan. Dalam tumbuh-tumbuhan karbohidrat dihasilkan oleh fotosintesis dan mencakup selulosa yang merupakan rangka tumbuh-tumbuhan serta pati dari sel-sel tumbuh-tumbuhan. Pada jaringan hewan atau binatang karbohidrat dalam bentuk glukosa dan glikogen berperan sebagai sumber yang penting untuk energi bagi aktivitas vital. Fruktosa dapat diubah menjadi glukosa dalam hati dan usus dan oleh karena itu diperlukan dalam tubuh. Sukrosa dapat diperoleh dari gula tebu, gula bit, nenas, dan wortel. Sukrosa bukan gula pereduksi, tidak membentuk ozason dapat diragikan, bila dihidrolisis menghasilkan fruktosa dan glukosa. Monosakarida dapat bereaksi dengan fenilhidrazon dalam suasana asam pada suhu 100oC membentuk osazon, senyawa ini tidak larut dalam air dan sudah mengkristal (Tim Pengasuh Mata Kuliah, 2009).
Dalam mengetahui kandungan karbohidrat yang terdapat didalam suatu bahan pangan dapat menggunakan beberapa uji terhadap karbohidrat, yaitu; Uji Molisch, uji reduksi, uji benedict, uji fermentasi, uji asam mukat, uji osazon, uji fehling.
B. Tujuan
Tujuan dari pratikum ini adalah untuk mengetahui pengertian dari karbohidrat dan kaitannya dalam kehidupan, dapat menganalisis dan mengetahui rumus serta sifat-sifat kimia yang ada pada karbohidrat.
II. TINJAUAN PUSTAKA
Berbagai senyawa yang termasuk kelompk karbohidrat mempunyai molekul yang berbeda-beda ukurannya, yaitu dari senyawa yang sederhana yang memiliki berat molekul 90 hingga senyawa yang memiliki berat molekul 500.000 bahkan lebih. Berbagai senyawa tersebut dibagi kedalam tiga golongan, yaitu golongan monosakarida, golongan olisakarida, dan golongan polisakarida. Monosakarida terdiri atas beberapa atom saja dan tidak dapat diuraikan secara hidrolisis dalam kondisi lunak menjadi karbohidrat lain. Monosakarida yang paling sederhana ialah gliseraldehida dan dihidroksiaseton. Gliseraldehide dapat disebut aldotriosa karena terdiri atas 3 karbon dan mempunyai gugus aldehide. Dihidroksiaseton dinamakan ketotriosa karena terdiri atas 3 atom karbon dan mempunyai gugus keton (Supriyanti, 2005).
Monosakarida memiliki beberapa jenis yaitu glukosa, merupakan suatu aldoheksosa dan sering disebut dekstroksa karena mempunyai sifat dapat memutar cahaya terpolarisasi kearah kanan, glukosa terdapat pada buah-buahan, madu lebah, dalam darah manusia. Didalam dunia perdagangan dikenal sirup glukosa, yaitu suatu larutan glukosa yang sangat pekat, sehingga mempunyai viskositas atau kekentalan yang tinggi. Sirup glukosa ini diperoleh dari amilum melalui proses hidrolisis dengan asam. Monosakarida lainnya adalah fruktosa, fruktosa terdapat pada madu lebah. Fruktosa merupakan suatu ketohektosa yang mempunyai sifat memutar kekiri dan karenanya disebut levulosa. Fruktosa memiliki rasa yang lebih manis dibandingkan dengan glukosa dan sukrosa. Monosakarida yang jarang terdapat bebas dialam adalah galaktosa, yang umumnya berikatan dengan galaktosa dalam bentuk laktosa, yaitu gula yang terdapat dalam susu (Poedjiadi, 2005).
Oligosakarida merupakan senyawa yang terdiri atas dua buah atau lebih monosakarida yang dengan pengaruh asam senyawa ini dapat mengalami hidrolisa menjadi bentuk-bentuk monosakarida penyusunnya. Oligosakarida merupakan karbohidrat yang bila dihidrolisis menghasilkan tiga hingga sepuluh monosakarida. Bila senyawa ini terdiri dari dua monosakarida penyusun, disebut disakarida, dan apabila terdiri dari tiga penyusun disebut trisakarida, apabila terdiri dari empat penyusun disebut tetraosa dan demikianlah seterusnya. Contohnya adalah sebagai berikut ini; stakiosa, sukrosa, sakarosa, maltosa, dan laktosa (Ronditasyah, 2009).
Pada umumnya polisakarida mempunyai molekul besar dan lebih kompleks daripada mono dan oligosakarida. Molekul polisakarida terdiri atas banyak molekul monosakarida. Polisakarida yang terdiri atas satu macam monosakarida saja disebut homopolisakarida, sedangkan yang mengandung senyawa lain disebut heteropolisakarida. Umumnya polisakarida berupa senyawa berwarna putih dan tidak berbentuk Kristal, tidak mempunyai rasa manis dan tidak bersifat mereduksi. Berat molekul polisakarida bervariasi dari beberapa ribu hingga lebih dari satu juta. Polisakarida yang dapat larut dalam air akan membentuk larutan koloid. Beberapa polisakarida yang penting di antaranya adalah amilum, glikogen, dekstrin, dan selulosa (Poedjiadi, 2005) .
Sifat kimia karbohidrat berhubungan dengan gugus fungsi yang terdapat pada molekulnya, yaitu gugus –OH, gugus aldehide, dan gugus keton. Monosakarida dan beberapa disakarida mempunyai sifat dapat mereduksi, terutama dalam suasana basa. Sifat sebagai reduktor ini dapat digunakan untuk keperluan identifikasi karbohidrat maupun analisis kuantitatif. Sifat mereduksi ini disebabkan oleh adanya gugus keton dan aldehide bebas dalam karbohidrat. Beberapa contohnya adalah pereaksi fehling, pereaksi benedict, dan pereaksi berfoed (Poedjiadi, 2005) .
Dalam karbohidrat dikenal beberapa pengujian untuk menentukan kandungan yang terdapat dalam karbohidrat tersebut. Salah satu test yang dilakukan untuk menentukan ada tidaknya karbohidrat adalah tes Molisch. Ketika ada beberapa larutan yang tidak dikenal secara pasti bahwa larutan tersebut mengandung karbohidrat atau tidak, tes ini bisa dilakukan untuk menentukan adanya kandungan karbohidrat. Larutan yang bereaksi positif akan memberikan cincin yang berwarna ungu ketika direksikan dengan alphanaftol dan asam sulfat pekat. Diperkirakan, konsentrasi asam sulfat pekat bertindak sebagai agen dehidrasi yang bertindak pada gula untuk membentuk furfural dan turunannya yang kemudian dikombinasikan dengan alphanaftol untuk membentuk produk berwarna (Pratana, 2003).
Uji Iod digunakan untuk memisahkan amilum atau pati yang terkandung dalam larutan. Reaksi positifnya ditandai dengan adanya perubahan warna menjadi biru. Warna biru yang dihasilkan diperkirakan adalah hasil dari ikatan kompleks antara amilum dengan iodin. Sewaktu amilum yang telah ditetesi iodin kemudian dipanaskan, warna yang dihasilkan sebagai hasil dari reaksi yang positif akan menghilang. Dan sewaktu didinginkan warna biru akan muncul kembali. Di dalam amilum sendiri terdiri dari dua macam amilum yaitu amilosa yang tidak larut dalam air dingin dan amilopektin yang larut dalam air dingin. Ketika amilum dilarutkan dalam air, amilosa akan membentuk micelles yaitu molekul-molekul yang bergerombol dan tidak kasat mata karena hanya pada tingkat molekuler (Pratana, 2003).
Uji benedict bertujuan untuk mengetahui adanya gula pereduksi dalam suatu larutan dengan indikator yaitu adanya perubahan warna khususnya menjadi merah bata. Benedict Reagen digunakan untuk menguji atau memeriksa kehadiran gula pereduksi dalam suatu cairan. Monosakarida yang bersifat redutor, dengan diteteskannya Reagen akan menimbulkan endapan merah bata. Selain menguji adanya gula pereduksi, juga berlaku secara kuantitatif, karena semakin banyak gula dalam larutan maka semakin gelap warna endapan (Wahjudi, 2003).
Percobaaan peragian dilakukan untuk menentukan gula yang dapat difermentasikan. Pada percobaan ini, setelah larutan karbohidrat ditambahkan dengan suspensi ragi dan didiamkan selama 1 jam dalam tabung fermentasi, muncul gelembung-gelembung CO2 pada larutan tersebut. Selain muncul gelembung-gelembung CO2, dari larutan tersebut dapat dicium bau alkohol. Keadaan ini menunjukkan bahwa merupakan karbohidrat yang dapat mengandung gugus gula yang dapat difermentasikan (Wahjudi, 2003).
.
.
III. PELAKSANAAN PRATIKUM
A. Tempat dan Waktu
Praktikum ini berjudul karbohidrat yang dilaksanakan di Laboratorium Kimia Hasil Pertanian, jurusan Teknologi Pertanian, Universitas Sriwijaya. Pelaksanaan dilakukan pada hari selasa, 14 Oktober 2011 pada pukul 10.00 WIB sampai dengan selesai.
B. Alat dan Bahan
Alat yang digunakan dalam pratikum pengenalan alat ini adalah; 1)tabung reaksi, 2)pipet tetes, 3)pipet ukur, 4)ball pipet. Sedangkan bahan yang digunakan adalah; 1) larutan glukosa, 2)larutan pati, 3) pereaksi molisch, 4)H2SO4, 5) larutan NaOH 6)larutan CuSO4, 7)larutan Na sitrat, 8)larutan fruktosa, 9) larutan CuSO4, 10)larutan maltosa, 11)larutan fruktosa, 12)larutan galaktosa, 13),larutan laktosa 14), larutan sukrosa, 15)pereaksi Molish,
C. Cara Kerja
Uji Molish
1. Kedalam tabung reaksi masing-masing dimasukkan 1 mL glukosa 0,1M +2tetes pereaksi Molish.
2. Dikocok secara merata + perlahan-lahan H2SO4 pekat 3 mL melalui dinding tabung
3. Amati warna yang terjadi
4. Ulangi dengan bahan lain (fruktosa0,1M, sukrosa, maltosa) sebanyak 1ml
5. Hasil semua larutan bahan yang sudah diuji dilihatkan pada asisten.
Uji Reduksi
1. Kedalam tabung reaksi (a) dimasukkan 1 mL CuSO4 1% dan 1 mL NaOH 10%
2. Tabung reaksi (b) dimasukkan 1 ml CuSO4 1%, 1 mL NaOH 10%, dan 2 tetes glukosa 1%
3. Tabung reaksi © dimasukkan 1ml CuSO4 1%, 1mL NaOH 10%, dan Na sitrat 1ml 30% sampai endapan yang terbentuk melarut kembali.
4. Panaskan ketiga tabung tersebut kedalam air yang dididihkan perhatikan perubahan yang terjadi.
5. Kedalam tabung © tambahkan 3 tetes larutan glukosa 1% dan panaskan kembali.
6. Catat hasil dan perlihatkan kepada asisten.
Uji Benedict
1. Pereaksi benedict 1 mL dimasukkan kedalam tabung dan 2 tetes bahan percobaan secara merata
2. Didihkan capuran tersebut selama 5 menit dan biarkan menjadi dingin
3. Perlihatkan hasil percobaan kepada asisten.
Uji Fehling
1. Kedalam tabung reaksi dimasukkan 2 ml fehling
2. Tambahkan beberapa tetes percobaan
3. Dididihkan dan amati perubahan warna
4. Lakukan untuk semua bahan percobaan.
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
A.Hasil
Adapun hasil yang diperoleh pada praktikum ini, yaitu :
Tabel 1. Uji Molish
Sebelum Sesudah
Fruktosa Berwarna bening,
kemerah-merahan Berwarna ungu gelap, sangat pekat dan kental ****
Laktosa Berwarna Bening Berwarna ungu
Maltosa Berwarna Bening Berwarna ungu pekat *
Glukosa Berwarna Bening Berwarna ungu pekat **
Tabel 2. Uji Reduksi
Sebelum Sesudah
CuSo4 + NaOH Berwarna biru Berwarna hitam
CuSo4 + NaOH + Glukosa Berwarna biru Berwarna hitam kecokelatan
CuSo4 + NaOH + Na Sitrat Berwarna biru Berwarna cokelat kehitaman
Tabel 3. Uji Benedict
Sebelum Sesudah
Fruktosa Bening Merah bata, (-) endapan
Maltosa Bening Biru kemerah- merahan, sedikit endapan
Glukosa Bening Biru kemerahan
Galaktosa Bening Biru kemerahan
Tabel 4. Uji Fehling
Sebelum Sesudah
Glukosa Bening ( Fehling) Biru ( Fehling)
Fruktosa Bening ( Fehling) Biru ( Fehling)
Laktosa Bening ( Fehling) Biru ( Fehling)
B. Pembahasan
Karbohidrat berasal dari kata karbon dan hidrat sehingga disebut hidrat dari karbon. Karbohidrat memiliki rumus umum Cn(H2O)m yang pada umumnya harga n = harga m. Karbohidrat merupakan kelompok besar senyawa polihidroksialde-hida dan polihidroksiketon atau senyawa-senyawa yang dapat dihidrolisis menjadi polihidroksialdehida atau polihidroksiketon (Wahyudi,dkk., 2003:94). Karbohidrat memiliki rumus struktur dari Fisher dan Haworth. Struktur Fisher merupakan struktur rantai terbuka sedangkan struktur Haworth merupakan struktur tertutup (siklik). Misalnya untuk glukosa yang memiliki rumus molekul C6H12O6 struktur Fisher dan Haworthnya adalah sebagai berikut (Partana, 2003)
Dalam karbohidrat dikenal beberapa pengujian untuk menentukan kandungan yang terdapat dalam karbohidrat tersebut. Salah satu tes yang dilakukan untuk menentukan ada tidaknya karbohidrat adalah tes benedict. Bahan yang digunakan adalah larutan glukosa, galaktosa, fruktosa, sukrosa, laktosa dan maltosa dengan konsentrasi 0,1M, larutan pati1%. Dari percobaan yang telah dilakuka terhadap baha-bahan tersebut (glukosa, maltosa, sukrosa, galaktosa, laktosa dan fruktosa), didapat hasil percobaan yang berbeda-beda warnanya, namun mendekati warna-warna ungu. Pada bahan yang menggunakan glukosa warna awal adalah bening, waran bening yang didapat oleh glukosa dan, akan tetapi setelah direaksikan dengan pereaksi benedict, glukosa mengalami perubahan warna menjadi biru kemerahan kemudian pada bagian bawah terdapat endapan. Begitu pula dengan menggunakan bahan fruktosa hasil yang didapat setelah direaksikan pereaksi benedict adalah larutan yang berwarna merah bata namun tidak membentuk endapan pada maltosa hasil yang didapat adalah larutan yang berwarna biru kemerah-merahan namun terdapat sedikit endapan.
Beberapa bahan yang telah diujikan terhadap pereaksi benedict menghasilkan warna yang cenderung berbeda namun masih memiliki satu kesamaan yaitu memiliki warna yang ungu pada bagian dasar tabung. Warna ungu hingga ungu kehitaman pada dasar tabung merupakan bukti bahwa bahan-bahan tersebut mempunyai karbohidrat. pereaksi benedict bertindak sebagai agen dehidrasi yang bertindak pada gula dan membentuk produk warna, warna yang terbentuk adalah warna biru kemerah-merahan. Jadi glukosa, maltosa, fruktosa, galaktosa, laktosa dan sukrosa merupakan senyawa karbohidrat.
V. KESIMPULAN
Pratikum yang telah dilakukan terhadap uji karbohidrat adalah sebagai berikut ini;
1. Karbohidrat merupakan kelompok besar senyawa polihidroksialdehida dan polihidroksiketon atau senyawa-senyawa yang dapat dihidrolisis menjadi polihidroksialdehida atau polihidroksiketon. Karbohidrat dikelompokkan menjadi empat kelompok penting yaitu monosa-karida, disakarida, oligosakarida, dan polisakarida.
2. Pengujian pada karbohidrat ada beberapa macam yaitu uji molisch, uji iodium, uji benedict, uji peragian, uji seliwanoff, uji osazon dan uji asam musat.
3. Salah satu test yang dilakukan untuk menentukan ada tidaknya karbohidrat adalah uji benedict. Larutan yang bereaksi dengan pereaksi benedict cenderung mengalami perubahan warna menjadi biru kemerah-merahan.
4. Fruktosa adalah larutan yang memiliki warna yang berbeda yaitu merah bata dibandingkan dengan larutan yang lain yang memiliki warna biru kemerah-merahan.
5. Glukosa, fruktosa, sukrosa, laktosa, galaktosa, dan maltosa merupakan karbohidrat, ini ditandai dengan adanya perubahan warna pada larutan.
DAFTAR PUSTAKA
Poedjiadi, Anna dan F.M Titin Supriyanti. 2005. Dasar-Dasar Biokimia. Jakarta: UI Press
Pratana, Crys Fajar dkk. 2003. Kimia Dasar 2: Common Textbook. Malang: UM Press.
Ronditasyah. 2009. Uji Kandungan Karbohidrat. (online). (http://sweetir1s.multiply.com/journal/item/5/karbohidrat, diakses 31-10-2009).
Syekti.2008.Uji Molish. (online).(http://www.blogpribadi.com/, diakses 31-10-2009).
Tim Pengasuh Mata Kuliah Biokimia I. 2009. Penuntun Praktikum Biokimia I. Laboratorium Kimia Hasil Pertanian, Jurusan Teknologi Pertanian. Universitas Sriwijaya. Indralaya.
Wahjudi, dkk. 2003. Kimia Organik II. Malang: UM Press.
.
LAMPIRAN
CHO
I
H −C− OH
I
HO −C− H
I
H −C− OH
I
H −C− OH
I
CH2OH
D-Glukosa
CH2OH
I
C= O
I
HO −C− H
I
H −C− OH
I
H −C− OH
I
CH2OH
D-Fruktosa
Langganan:
Postingan (Atom)